Thursday, August 4, 2016

Memintakan Ampun Bagi Orang Musyrik


Meskipun tidak menyatakan diri masuk Islam, Abu Thalib banyak membantu dan membela perjuangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Maka saat pamannya itu menghadapi sakaratul maut, Rasulullah mentalqinkannya.

"Hai paman, katakanlah Laa Ilaaha Illallah' satu kalimat yang akan menjadikanku saksi bagimu di sisi Allah nanti, " kata Rasulullah membisikkan ke telinga Abu Thalib.

Melihat hal itu, Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayah ganti membisikkan ketelinga yang satunya.

"Hai Abu Thalib, apakah engkau telah mengikari agama Abdul Muthalib?" katanya.

Meskipun demikian, Rasulullah Saw., tetap membisikkan kalimah tahlil itu ke telinga pamannya yang dalam keadaan nazaq. Begitu pula dengan kedua belah pihak saling menuntun Abu Thalib. Namun sampai menghembuskan nafasnya yang terakhir, Abu Thalib tak mengucapkan lafal Laa Ilaaha Illallah.

Dengan sedih Rasulullah Saw., berkata, "Demi Allah, saya akan memintakan ampun bagimu selama Allah tidak melarang untuk hal ini. "

Karena peristiwa itu, maka turun wahyu Allah sebagaimana yang tersebut dalam Al-Quran pada surah At-Taubah ayat 113, yang berbunyi sebagai berikut,

"Tidaklah patut bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang yang musyrik, walaupun itu masih kerabatnya. Sudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. "

Wallahu a'lam.....

Monday, July 25, 2016

Suatu Masa, Ketika Islam Menjadi Adidaya





Oleh Irena Handono
Penyerahan kunci Istana Al-Hamra oleh Sultan Muhammad As-Shaghir kepada Raja Ferdinand dan Isabella pada 2 January 1492 M menandai berakhirnya kekuasaan Islam di Spanyol. Itu artinya, secara politik islam sama sekali tidak memiliki hak terhadap Spanyol.

Namun berakhirnya kekuasaan islam di Spanyol tidak serta merta mengakhiri kisah kaum muslimin di negeri itu, penyerahan kekuasaan justru merupakan awal dari sejarah kelam kaum muslimin disana. Piagam Granada yang menjanjikan kebebasan beragama bagi kaum muslimin rupanya tidak berumur panjang. Pada tahun 1502 umat islam diberi dua opsi, mameluk Kristen atau pergi meninggalkan bumi Spanyol. Artinya, menetap di Spanyol dengan tetap memeluk agama islam sama artinya dengan bunuh diri. Banyak kaum muslimin yang memilih meninggalkan Spanyol, namun tidak sedikit yang memilih pindah agama secara dzohir, namun tetap beribadah secara islami dengan sembunyi-sembunyi. Mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai kaum Moriscos.

Seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan kaum Moriscos dianggap sebagai sebuah ancaman. Sehingga antara tahun 1508-1567 keluar sejumlah peraturan yang melarang segala hal yang bernuasa islam, baik pakaian maupun nama. Penggunaan bahasa arab juga dirarang. Anak-anak kaum muslimin dipaksa untuk menerima pendidikan dari para pendeta Kristen. Puncaknya pada tahun 1609-1614 sebanyak 300.000 Moriscos diusir dari Spanyol oleh Raja Philip III. Benar-benar sebuah kenyataan sejarah yang pahit dan menyedihkan.

Dari Spanyol mari kita pindah ke belahan bumi yang lain, tepatnya ke Turky tempat dimana kekhalifaan Ottoman berpusat. Setelah mendengar penyiksaan yang dilakukan penguasa Spanyol terhadap kaum muslimin, Sultan Salim I marah besar, dia mengeluarkan dekrit yang berisi perintah kepada seluruh penganut Yahudi dan Nasrani yang berada dibawah kekuasaannya untuk memilih satu dari dua opsi, tinggal menetap dengan catatan memeluk agama Islam atau pergi meninggalkan Tanah kekhalifaan. Mendengar dekrit tersebut, Syaikh Ali Afandi At- Tirnabily selaku Mufti Ottoman saat itu menyampaikan penolakannya terhadap dekrit Sultan. Mufti menjelaskan bahwa dekrit tersebut tidak boleh dilaksanan sekalipun kaum muslimin disembelih di negeri-negeri Salib. Mufti juga menjelaskan bahwa selamanya tidak ada paksaan dalam beragama.
Akhirnya Sultan Salim menarik keputusannya dan membiarkan penganut Yahudi dan Nashrani tinggal dengan aman dan damai dibawah pemerintahannya. Iya, mereka semua tinggal dengan aman dan damai disaat pemerintah Spanyol menyembelih ratusan ribu kaum muslimin di negaranya.

Allahu akbar.. Betapa agungnya islam..

Batapa agungnya Peradaban Islam…

Sikap Sultan Salim yang tunduk pada rambu-rambu keislaman sudah cukup sebagai jawaban bahwa islam bukan teroris, namun sebagai rahmatan lil alamin. Bimana bila Islam berkuasa, dia akan menjadi pengayom bagi semua.

Andai Islam intoleran seperti yang mereka tuduhkan, tentu tidak akan satu orang Yahudi atau satu orang Kristen pun yang tersisa di tanah Andalus, Turky, Mesir, Lebanon, Jordan dan sejumlah negara lainnya saat Islam berkuasa disana.

Inilah ISLAM, ajaran yg Rahmatan Lil 'Alamin.

Sumber bacaan:

1. Tarikh Al-Muslimiin Fi Al-Andalus. DR. Muhammad Suhail Thaqus. Penerbit: Daar A-Nafais
2. Udzama’ Al Mi’ah. Jihad At-Turbany. Penerbit: Daar At-Taqwa
3.muslimina.blogspot.co.id

Sunday, July 24, 2016

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kumandangkan azan subuh di Masjid 'Bestepe' Istana Kepresidenan


TURKI (Arrahmah.com) – Sebuah upaya kudeta yang dilakukan oleh beberapa anggota militer Turki berhasil digagalkan. Sekelompok tentara Turki yang sebelumnya secara resmi menyatakan kudeta dan darurat militer mengklaim telah mengambil alih sebagian negara, di mana bandara utama di Istanbul ditutup dan jet tempur terlihat di langit Turki.

Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam panggilan telepon kepada penyiar radio CNN Turk pada Jum’at (15/7/2016) menegaskan bahwa dirinya masih menjadi kepala negara dan militer, ia menyeru kepada rakyat untuk turun ke jalan melawan kudeta.

“Kami akan mengatasi hal ini,” tegas Erdogan melalui panggilan video. Dia meminta para pengikutnya untuk turun ke jalan untuk membela pemerintahnya dan mengatakan bahwa komplotan kudeta akan membayar harga yang tidak sedikit atas hal ini. Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim mengatakan bahwa ribuan orang pun memenuhi seruan Presiden Erdogan untuk turun ke jalan.

Erdogan dikenal sebagai seorang presiden yang dekat dengan rakyatnya. Di bawah kepemimpinannya, hak-hak rakyat dan kaum muslimin telah berhasil diperjuangkannya. Turki diantaranya juga telah berhasil menghapuskan larangan berhijab bagi muslimah, termasuk di kantor-kantor pemerintahan.

Ia pernah menegaskan bahwa jalan demokrasi yang ia tempuh dengan partainya hanyalah sebagai alat dan bukan tujuan. Baginya, sistem sekuler jelas telah gagal, dan ia berkeyakinan akan dapat mengubahnya dengan Islam.

Pada beberapa kesempatan, presiden yang dikenal akan ketegasannya dalam melawan bangsa penjajah “Israel” ini juga melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kabar terbaru dari Turki menyebutkan bahwa ia juga mengumandangkan azan di masjid kepresidenan baru-baru ini.

(banan/arrahmah.com)

Friday, July 22, 2016

Al-Qassam berjanji akan membebaskan tahanan Palestina dari penjara-penjara "Israel"


GAZA (Arrahmah.com) – Al-Qassam berjanji akan membebaskan semua tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara “Israel”, lansir MEMO (21/7/2016).

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan di situsnya, Al-Qassam mengatakan, “Musuh (“Israel”) sedang bingung dan akan tetap selalu bingung meskipun mereka memiliki semua teknologi dan peralatan yang cerdas itu. Semuanya tidak akan mendapatkan secuil pun informasi tentang tentaranya, yang saat ini disimpan di tempat yang tidak diketahui.”

Pada tanggal 20 Juli 2014, Al-Qassam menahan seorang tentara “Israel” dari medan perang di timur kota Gaza. Sampai sekarang belum diketahui lokasi di mana tentara itu sedang berada dan juga tidak diketahui apakah ia masih hidup atau mati.

Beberapa hari kemudian, Al-Qassam mengumumkan bahwa mereka telah menculik tentara “Israel” yang lain di kota Rafah, di bagian selatan Jalur Gaza.(fath/arrahmah.com)

Thursday, July 21, 2016

Gagal Paham Tentang Politik Erdogan


Banyak orang di negeri ini yang gagal paham tentang taktik berpolitik Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoga. Bahkan beberapa penulis mengumbar pikiran picik dan dangkal hanya berdasarkan berita di media dan mencari data melalui google search. Sebenarnya mereka tak tahu siapa Erdogan dan tidak mengerti sepak terjangnya. Tidak mengenal Erdogan, berarti juga tidak akan memahami rakyat Turki.

Berdasarkan pandangan dan pendapat mereka, bisa dikelompokkan sbb, pertama adalah golongan yang tidak menyukai pemerintahan Jokowi dan berharap akan adanya kudeta militer seperti di Turki. Mereka adalah orang-orang yang gagal move on dan tidak pernah bisa menerima kekalahan dalam pilpres 2014.

Kedua adalah golongan Islam fundamentalis yang berharap bisa mengubah Indonesia menjadi negara Islam. Golongan ini juga terbagi dua; kelompok yang mendukung Erdogan karena dia dianggap pemimpin Islam terhebat sekarang ini dan kelompok yang membenci Erdogan karena dianggap bekerja sama dengan Barat, komunis dan yahudi.

Ketiga adalah golongan liberal yang tidak menyukai kebangkitan negara Islam dan lebih suka mendukung negara-negara Barat. Mereka lebih percaya apa yang dikatakan Amerika Serikat dan sekutunya tanpa mencoba mencari fakta yang sebenarnya atau menyelidiki dengan seksama. Bahkan orang-orang ini akan dengan cepat meng-counter berita tentang Erdogan sehingga berbalik menyudutkan pemimpin Turki tersebut.

Akibat dari gagal paham terhadap Erdogan, terjadi polemik dan beredar informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Berita dan pendapat yang simpang siur membuat gaduh masyarakat Indonesia. Maklum, karena mayoritas penduduk adalah muslim, maka apa yang terjadi di Turki menjadi perhatian kita.

Ada beberapa hal yang perlu diluruskan dalam hal taktik berpolitik Erdogan. Dia adalah politikus yang brilian. Erdogan tidak sembarang mengambil peran aktif dalam kancah dunia tanpa pertimbangan yang matang dan target yang tinggi. Ia menyadari betul posisi Turki yang strategis, baik dari sisi geografisnya, mau pun peran di dunia internasional.

Namun satu hal perlu dicamkan, Erdogan adalah seorang muslim dan berniat menjadi pemimpin muslim. Dia memiliki ambisi untuk membangun kembali imperium Turki sebagaimana kejayaan di masa Ottoman dahulu. Erdogan ingin Turki menjadi pemimpin negara-negara islam dan menjadi pelindung kaum muslim di dunia.

Di bawah ini adalah taktik Erdogan bermain politik tingkat dunia:

1. Erdogan bergabung dengan NATO agar negara-negara Barat mempercayai mereka bahwa Turki mendukung AS dan sekutunya. Dengan demikian, mereka tidak mengacaukan Turki sebagaimana negara-negara Islam lainnya. Padahal sebenarnya Turki sangat membela dan membantu sesama negara Islam.

2. Erdogan membuka hubungan dengan Israel. Bukan berarti Turki menjalin kerjasama dengan Yahudi. Sebagaimana diketahui, Israel adalah sekutu terdekat AS. Karena itu Erdogan harus hati-hati agar Israel dan AS tidak memerangi Turki seperti kepada Palestina dan negara-negara lainnya. Di sisi lain, hal itu bisa membuat Israel lengah dan bantuan Turki ke Palestina bisa masuk.

3. Erdogan berteman dengan Rusia. Ini tidak dimaksudkan bahwa dia adalah pendukung komunis. Hubungan dengan Rusia adalah penyeimbang dengan kekuatan Barat yang semakin menekan. Musuh bebuyutan AS dan sekutunya adalah dua negara, Rusia dan Cina.

4. Erdogan bersahabat dengan Iran. hal ini jarang disadari oleh orang awam. Turki boleh dikatakan tidak berselisih dengan Iran. Erdogan bukan pendukung Syi'ah. Persahabatan dengan Iran karena negara itu memiliki kekuatan nuklir yang ditakuti oleh AS dan Israel. Turki dan Iran banyak menjalin kerja sama di bidang perekonomian.

5. Erdogan bergabung dengan Uni Eropa. Sebagian besar negara-negara di eropa adalah pendukung AS. Karena itu untuk menjinakkan mereka, Turki bergabung dengan Uni Eropa. Selain itu, ada keuntungan dari sisi perdagangan, pariwisata dan imigrasi pengungsi melalui Turki ke Eropa.

Kepiawaian Erdogan sejauh ini berhasil mengangkat Turki menjadi negara yang cukup disegani. Perekonomian meningkat pesat sehingga Turki digolongkan sebagai negara Islam yang sudah maju dan modern. Dukungan kepada Turki pun terus mengalir, terutama dari negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim.

Semakin lama AS dan sekutunya semakin mengendus taktik yang dijalankan Erdogan. Apalagi mereka merasa dibohongi dan dipecundangi dalam mengurus Suriah. Di sisi lain, mereka sudah melihat bahwa jika dibiarkan maka Turki akan menjadi negara Islam yang kuat dan digdaya. Hal ini membahayakan rencana AS dan Israel untuk menguasai Timur Tengah dan untuk menguasai dunia.

Turki harus 'dibunuh', itulah keputusan yang harus segera dilaksanakan. Sebagaimana biasa, politik adu domba digunakan dengan memanfaatkan orang-orang yang tidak menyukai Erdogan, baik di dalam negeri maupun negara-negara lain. Namun kali ini mereka gagal. Erdogan tidak semudah itu dikalahkan.

Muslimina

Antara Lemah Lembut Atau Mengikuti Lubang Biawak



Oleh: Ihsan Tandjung

densus88Semenjak penguasa global dunia menggulirkan megaproyek War On Terror (WOT / Perang melawan terorisme) tidak sedikit aktifis da’wah Islam yang seperti menjadi salah tingkah dalam menjalankan kegiatan da’wah. Pasalnya kian tahun kian jelas bahwa istilah War On Terror hanyalah sebuah istilah yang faktanya di lapangan berbicara lain. Hampir semua kasus yang diberi label aksi teror selalu saja menjadikan umat Islam sebagai fihak tertuduh. Bila kegiatan yang serupa dilakukan oleh bukan muslim media Barat seperti seragam untuk tidak menyebutnya sebagai tindakan aksi teror. Bila sebuah aksi jelas-jelas bermuatan teror namun yang melakukan orang Barat bukan muslim, maka pasti ada penjelasannya menurut media Barat. Sebaliknya bila sebuah peristiwa masih bermotif multiinterpretasi maka dia segera dilabel sebagai aksi teror hanya karena pelakunya berasal dari kalangan muslim.

Semua hal di atas akhirnya mengarah kepada suatu public opinion making (pembentukan opini umum) bahwa aksi teror identik dengan ummat Islam dan bahkan ajaran Islam itu sendiri. Namun demikian penguasa global selalu membantah bahwa proyek WOT merupakan kegiatan memerangi ummat Islam apalagi agama Islam. Akhirnya mereka merumuskan menurut kemauan mereka sendiri apa yang merupakan ajaran Islam dan siapa yang merupakan ummat Islam. Islam, kata mereka, adalah agama yang mengajarkan cinta damai dan pemeluknya alias ummat Islam adalah mereka yang memahami jihad sebagai kegiatan melawan hawa nafsu. Sehingga bilamana ada orang mengaku muslim namun melakukan tindak kekerasan atas nama jihad, berarti yang mereka lakukan itu bukanlah bagian dari ajaran Islam dan pelakunya bukanlah bagian dari ummat Islam.



Karena hal ini berulang terus maka lambat-laun terbentuklah suatu opini bahwa siapa saja yang mengaku muslim dan terlibat dalam melakukan jihad dalam bentuk tindak kekerasan (baca: mengangkat senjata) berarti ia adalah teroris dan aksinya disebut terorisme. Malah siapa saja yang mengaku muslim dan setuju –walaupun tidak pernah terlibat- dengan jihad dalam bentuk tindak kekerasan berarti ia adalah pendukung teroris dan pendukung aksi terorisme. Dan sebaliknya, siapa saja yang mengaku muslim dan tidak pernah terlibat dan tidak setuju dengan jihad dalam bentuk tindak kekerasan berarti ia bukanlah teroris dan bukan pendukung terorisme. Apalagi jika ia mempunyai pandangan bahwa jihad bermakna perjuangan melawan hawa nafsu berarti inilah muslim yang sejati, muslim yang moderat menurut kacamata dunia modern dan penguasa global.

Opini seperti di atas begitu kuat disebarkan oleh media barat dan pro-barat sehingga sebagian aktifis da’wah pun turut menyuarakannya laksana beo. Maka muncullah di tengah ummat Islam para da’i yang menyerukan agar menjadi muslim sebagaimana dikehendaki oleh penguasa global barat dewasa ini. Hendaknya ummat Islam menjadi muslim moderat yang cinta damai yang bila berbicara jihad berarti maknanya ialah melawan hawa nafsu. Jangan pernah anggap jihad mengangkat senjata sebagai bagian dari Islam moderat, bahkan bagian dari Islam samasekali. Mereka inilah yang barangkali dimaksudkan oleh Rasulullah sebagai telah mengekor kepada fihak ahli Kitab kemanapun mereka pergi bahkan sampai ke lubang biawak sekalipun.

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا

جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

“Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya.” Para sahabat lantas bertanya, “Apakah yang anda maksud orang-orang Yahudi dan Nasrani, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR Bukhary)

Maka muncullah di tengah ummat para aktifis da’wah yang menyeru kepada Islam menurut kemauan penguasa global. Mereka menjadi agen-agen pendukung WOT dalam pengertian memerangi muslim mana saja yang memaknai Islam sebagai suatu ajaran jihad fii sabilillah dalam pengertian perlawanan terhadap thaghut tiran dan penjajah. Namun oleh para aktifis da’wah mereka itu dilabel sebagai kaum radikalis dan teroris. Para aktifis da’wah ini tidak menyadari bahwa mereka telah masuk ke dalam perangkap agenda penguasa global yang sejatinya memusuhi Islam dan kaum muslimin. Para aktifis da’wah ini telah salah menanggapi pernyataan George Bush yang pernah dilontarkan beberapa tahun yang lalu yang berkata: ”It’s either you are with us (the international community) or with them (the terrorists)…!” (Kalian bersama kami -dunia internasional-atau bersama mereka -kaum teroris). Maka dengan naif dan konyolnya para aktifis da’wah tersebut memilih bersama penguasa global. Jangan-jangan mereka telah memposisikan diri menjadi seperti yang Nabi sinyalir di hadapan sahabat Hudzaifah, yaitu menjadi:

دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ

Dai – dai yang mengajak ke pintu Jahanam.(HR Bukhary-Muslim)

Namun alhamdulillah di dalam tubuh ummat Islam masih saja Allah pastikan hadirnya para da’i sejati yang di tengah zaman penuh fitnah ini tetap memelihara identitas dan da’wah Islamiyyah yang otentik sebagaimana dikehendaki Allah dan RasulNya. Mereka adalah para aktifis da’wah yang di satu sisi faham bahwa Islam memang ajaran yang cinta damai. Dan pemahaman mereka tidak ada kaitan dengan opini yang ingin dibangun oleh penguasa global.

Para da’i ini faham bahwa Islam cinta damai karena memang demikianlah Allah ajarkan dan Rasulullah contohkan. Namun pada saat yang sama para da’i sejati ini juga tetap menjelaskan tanpa keraguan bahwa Islam adalah ajaran yang mengharuskan pemeliharaan izzul Islam wal muslimin (ketinggian ajaran Islam dan kehormatan ummat). Sehingga para da’i murni ini tetap mengajarkan makna sebenarnya dari segenap ajaran Islam, termasuk al-jihad fii sabilillah. Di satu sisi Nabi menyuruh kita agar senantiasa berharap kepada Allah keselamatan, ketenteraman dan kedamaian. Namun pada sisi lain Rasulullah juga menyuruh kita bersabar ketika musuh sudah berada di hadapan kita. Jangan lari. Sebab surga berada di bawah kilatan pedang.

أَيُّهَا النَّاسُ لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَسَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ فَإِذَا

لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلَالِ السُّيُوفِ

“Hai manusia, janganlah berangan-angan ingin segera bertemu musuh dan mohonlah kepada Allah keselamatan. Namun jika kalian telah berhadapan dengan musuh, maka bersabarlah. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya syurga di bawah naungan/kilatan pedang…”(HR Bukhary)

Berdasarkan hadits di atas jelas terlihat bagaimana Nabi menganjurkan seorang muslim untuk mengutamakan keselamatan dan kedamaian. Namun pada hadits di atas pula Nabi peringatkan agar kita jangan lengah dan pasif bila sudah berhadapan dengan musuh. Bahkan di penghujung hadits jelas sekali bahwa Nabi menginginkan agar setiap muslim senantiasa berada dalam keadaan siaga. Suatu kesiagaan yang boleh jadi hingga membutuhkan pengerahan senjata berperang di jalan Allah demi memelihara izzul Islam wal muslimin.

Berarti jelaslah, saudaraku. Pilihan hanya ada dua: menjadi seorang muslim lemah-lembut sambil sadar bahwa kapanpun kewajiban jihad telah muncul, maka ia harus bersegera menyambutnya. Atau menjadi seperti para dai yang mengajak ke pintu Jahanam. Yaitu mereka yang membeo kepada pihak penguasa global kafir dari kalangan ahli Kitab. Mereka ikut menyuarakan apa saja yang disuarakan penguasa global sehingga jika disuruh masuk ke lubang biawak sekalipun, maka para da’i palsu inipun ikut saja. Na’udzubillahi min dzaalika.

eramuslim.com

Sunday, July 10, 2016

Mendapatkan Istri Cantik, Kaya, dan Shalihah (2)





Sambungan... Buat sahabat 1001 Kisah Islami yang belum baca dari awal, silakan baca disini.


Setibanya fitnah, Qadhi Abu Bakar membuka kantong tersebut, ternyata didalamnya ada sebuah kalung permata yang indah bernilai suangat tinggi jika dijual uangnya cukup untuk memenuhi kebutuhannya setahun, bahkan lebih.

Astaghfirullah, Qadhi membaca istighfar. Ia menyadari bahwa benda itu bukan miliknya. Walaupun sedang kelaparan, ia tidak mau mperoleh makanan yang tidak baik. Sebab, sedikit atau banyak makanan yang haram yang masuk kedalam tubuh akan membuat jiwa tercemar dan jauh dari rahmat Allah Ta 'ala, dan akhirnya ia keluar rumah untuk mencari pemilik kantong tersebut. Tepat saat itu ada laki-laki tua menghentikan langkahnya.

"Anak muda, apakah engkau melihat kantong sutra dikawasan jalan ini? Dikantong yang aku bawa ini berisi uang lima ratus dirham. Uang ini adalah upah yang akan kuberikan kepada orang yang menemukannya." kata laki-laki tua tersebut.

Qadhi Abu Bakar tidak langsung menjawab pertanyaan laki-laki tua itu, namun ia membawanya masuk Kedalam rumahnya.

Setibanya dirumah, Qadhi tidak langsung menyerahkan kantong tersebut kepada laki-laki tua itu, tetapi ia menanyakan terlebih dahulu ciri-ciri kantong sutra dan kaos kaki pengikatnya, berikut ciri-ciri kalung permata yang hilang.

Baiklah sahabat 1001 Kisah Islami, kisah ini Insya Allah akan ana lanjutkan dilain waktu dan semoga kita tetap dipertemukan Allah dan yang belum punya jodoh semoga Allah Ta 'ala memberikan jodoh yang lebih baik. Aamiin Ya Rabbal 'alamin.

Bersambung......